10 Tempat Wisata di Madura Terhits Dikunjungi







Salah satu ikon pariwisata Madura adalah Karapan Sapi. Setiap tahun sapi jantan ini dipelihara secara berjenjang di Madura. Selain karapan sapi, Madura memiliki bentang alam menakjubkan yang menyediakan spot-spot alam yang indah. Madura juga memiliki bangunan unik dan bernilai sejarah. Jadi kawan-kawan, yuk kita intip beberapa tempat wisata terhits di Madura.

1. Pantai Lombang

Hal pertama yang harus dilakukan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Madura adalah mengunjungi Pantai Lombang yang merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi dan favorit masyarakat Madura. Pantai ini terletak sekitar 30 km sebelah timur laut Kota Sumenep. Pasir putih lembut terhampar di sepanjang garis pantai. Selain itu Pantai Lombang juga memiliki air yang biru jernih dengan ombak yang tenang sehingga pengunjung bisa berenang dengan cukup aman.


Pohon cemara tumbuh di sepanjang garis pantai Lombang. Pengunjung bisa beristirahat atau piknik di bawah naungan pohon itu. Ada juga wc umum bagi pengunjung untuk membersihkan badan usai bermain pasir atau berenang. Warung makan yang menjual es kelapa muda dan rujak madura di sekitar pantai. Pengunjung yang ingin bermalam di tepi pantai dapat mendirikan tenda. Pantai Lombang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Harga tiket masuknya Rp 7.000/orang. Jam operasionalnya mulai pukul 07.00 pagi - 18.00 sore WIB setiap harinya.

2. Pantai Slopeng

Berikutnya adalah mengunjungi Pantai Slopeng. Pantai ini memiliki hamparan pasir luas yang membentang sepanjang 6 km seperti gurun pasir. Pengunjung bisa berjalan-jalan menyusuri pantai untuk menikmati keindahan panorama alam atau sekedar menyewa kuda untuk lebih bersantai. Pengunjung juga bisa berenang di pantai karena air lautnya yang jernih sangat menakjubkan dan ombaknya cukup tenang.


Pohon kelapa, pohon siwalan dan pohon cemara tumbuh di sepanjang garis pantai. Berada di bawah naungan pepohonan akan sangat menyenangkan. Melihat sunset di Pantai Slopeng sudah pasti wajib bagi semua orang. Terdapat warung makan di sekitar pantai untuk memuaskan selera para pengunjung yang kelaparan. Pantai Slopeng terletak di Jalan Ambunten, Desa Samaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep. Jaraknya sekitar 21 km dari pusat kota Sumenep. Harga tiket masuknya Rp. 5.000/orang. Jam operasionalnya mulai pukul 07.00 pagi - 18.00 sore WIB setiap harinya.

3. Pantai Nepa

Pantai Nepa memiliki keindahan yang hampir sama dengan Pantai Kuta yang ada di Pulau Bali. Pantainya masih sangat alami karena jarang dijamah orang. Pasirnya sangat indah, deburan ombaknya menyejukkan jiwa, dan semilir angin yang sejuk menambah suasana santai bagi para pengunjung. Karena ombaknya relatif tenang, pengunjung bisa berenang atau sekadar bermain air.


Pengunjung juga bisa bermain dengan monyet dari The Monkey Forest Nepa yang letaknya persis di sebelah Pantai Nepa. Seperti biasa, menyaksikan matahari terbenam di pantai ini wajib. Pantai Nepa terletak di Desa Batioh, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Jaraknya sekitar 90 km dari Jembatan Suramadu. Untuk harga ticketnya gratis, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir.

4. Air Terjun Toroan

Air terjun Toroan memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Air terjun yang berasal dari sungai Payung yang berada di Kecamatan Timur Kota Sampang ini mengalir langsung ke laut. Suasana di sekitar Air Terjun Toroan masih alami. Air terjun ini juga dikelilingi pepohonan yang sangat rindang.


Pengunjung tidak perlu khawatir dengan fasilitasnya. Ada tempat parkir, toilet, mushola, dan warung yang menjual makanan dengan harga murah meriah. Air Terjun Toroan terletak di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota Sampang. Untuk harga ticketnya gratis. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir.

5. Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu (singkatan dari Surabaya-Madura) menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Madura. Keindahan struktur jembatan menjadikannya daya tarik wisata. Jembatan tersebut mulai dibangun pada 20 Agustus 2003, di era Presiden Megawati Soekarnoputri, dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.


Dengan panjang 5.438 m, Jembatan Suramadu menjadi jembatan terpanjang di Indonesia. Pembangunan jembatan menggunakan cable-stayed yang didukung menara kembar setinggi 140 meter. Perkiraan biaya pembangunan jembatan adalah 4,5 triliun rupiah. Jembatan Suramadu juga merupakan jalan tol dengan khusus sepeda motor diperbolehkan untuk melewati jembatan tersebut. Biaya Tolnya Rp. 15.000 untuk mobil dan gratis untuk sepeda motor.

6. Mercusuar Sembilangan

Mercusuar Sembilangan merupakan peninggalan bangsa Belanda pada zaman Raja Z.M.Willem III. Dibangun pada tahun 1879 dan memiliki ketinggian 78 meter. Mercusuar tersebut membantu menavigasi kapal yang akan melintasi Selat Madura. Saat malam tiba, akan menyala dengan jarak tempuh 45 mil.


Mercusuar Sembilangan masih berfungsi dengan baik dan sekarang berada di bawah kendali Departemen Perhubungan. Selain mengagumi megahnya mercusuar, pengunjung juga bisa menikmati Rujak Bangkalan yang dijual oleh masyarakat sekitar. Mercusuar Sembilangan terletak di Desa Sembilangan, Kecamatan Tanjung Piring, Kabupaten Bangkalan. Jaraknya sekitar 25 km dari Jembatan Suramadu. Biaya masuknya gratis, Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir.

7. Api Abadi

Api abadi adalah fenomena alam yang unik. Api berasal dari dalam tanah dan tidak akan pernah padam meskipun hujan deras. Anehnya, api hanya berkobar di tanah yang berada di dalam pagar sehingga warga tidak khawatir api akan menjalar ke rumah mereka. Nyala api yang muncul di tanah sama dengan nyala api gas, biru dan gas bertekanan. Menurut Otota.co, tanah mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan oksigen, sehingga api dapat terbakar.


Waktu terbaik untuk melihat Api Abadi adalah pada malam hari. Pengunjung bisa menikmati suasana menyenangkan dengan membakar jagung, ayam atau ikan yang dijual oleh masyarakat sekitar. Selain itu juga terdapat toko oleh-oleh disekitar lokasi yang menjual berbagai macam aksesoris, batik, dan makanan khas Madura. Api Abadi yang terletak di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Bangkalan. Biaya masuknya gratis, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir.

8. Museum Keraton Sumenep

Museum Keraton Sumenep merupakan bukti kekuatan lama yang pernah berkuasa di Pulau Madura. Dibangun pada tahun 1781 pada masa Pangeran Notokusumo I Asiruddin atau yang juga dikenal sebagai Panembahan Sumolo. Arsitek Keraton adalah seorang Tionghoa bernama Lauw Piango. Museum Keraton Sumenep memiliki perpaduan gaya arsitektur Islam, Cina dan Eropa.


Terdapat pula kolam pemandian di kompleks keraton yang masih dalam kondisi baik. Kini keraton telah berubah fungsi menjadi bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai tempat belajar sejarah, tradisi dan budaya Sumenep. Museum tersebut juga dibangun tepat di depan istana. Museum ini menyimpan berbagai benda bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan kebesaran Kerajaan Sumenep. Keraton Sumenep terletak di Jalan Dr. Sutomo Kota Sumenep. Jam bukanya mulai pukul 07.00 pagi - 15.00 sore WIB. Dan masuknya pun tidak dipungut biaya.

9. Masjid Agung Sumenep

Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Dibangun atas prakarsa Adipati Sumenep, Pangeran Natakusuma I. Pembangunan masjid dimulai pada tahun 1779 dan selesai pada tahun 1787. Arsitektur Masjid Agung Sumenep sangat dipengaruhi oleh budaya Tionghoa, Jawa, dan Madura. Gerbang utama masjid memiliki gaya arsitektur Tionghoa. Sedangkan bangunan utama masjid dan atapnya dipengaruhi oleh budaya Jawa. Pengaruh budaya Madura terlihat pada pewarnaan pintu dan jendela utama. Masjid Agung Sumenep terletak di Jalan Manikam, Kota Sumenep.

10. Vihara Avalokitesvara Madura

Vihara Avalokitesvara didirikan pada abad ke-18. Vihara ini awalnya hanya sebuah bangunan yang digunakan untuk menyimpan patung-patung Kerajaan Majapahit yang dikirim ke Kerajaan Pamekasan. Kemudian sebuah keluarga Tionghoa membeli tanah tempat bangunan itu berada. Setelah arca dibersihkan, diketahui bahwa arca tersebut adalah arca Budha versi Majapahit. Salah satu patung besar tersebut ternyata adalah Arca Bodhisatva Avalokitesvara versi Majapahit atau dikenal juga dengan sebutan Kwan Im Po Sat dalam bahasa Tionghoa (Dewi Pengasih). Seiring waktu bangunan itu direnovasi dan menjadi Vihara Avalokitesvara. Vihara Avalokitesvara terletak di Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Jaraknya sekitar 14 km sebelah timur Kota Pamekasan.


Nah, sekarang Anda sudah tahu beberapa tempat wisata terhits di Madura. Madura adalah salah satu tempat terbaik dengan spot-spot alamnya yang kaya akan budayanya. Ayo jalan-jalan ke Madura!