10 Tempat Wisata di Pontianak Terhits Dikunjungi







Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang terletak di pulau Kalimantan.Kebanyakan orang tahu Pontianak terletak di garis katulistiwa, oleh karena itu secara luas dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Selain itu, Pontianak juga memiliki pemandangan indah yang menantang untuk dijelajahi. Belum lagi keanekaragaman budaya yang menakjubkan di Pontianak yang menyuguhkan berbagai acara sepanjang tahun. Jadi kawan-kawan, yuk cari tahu tempat wisata terhits di Pontianak.

1. Khatulistiwa Park

Tentunya hal nomor satu yang harus dilakukan di Pontianak adalah mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Ada 12 negara di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa. Namun hanya ada satu kota yang persis memisahkan belahan utara dan selatan, yaitu Pontianak. Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun pada tahun 1928, namun kemudian mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1990 dan akhirnya Tugutersebut diresmikan pada tanggal 21 September 1991.


Acara yang paling ditunggu oleh pengunjung adalah puncak matahari, yaitu saat matahari berada tepat di khatulistiwa. Saat itu juga, posisi matahari akan berada tepat di atas kepala sehingga bayangan Tugu Khatulistiwa akan “menghilang” beberapa detik. Puncaknya terjadi dua kali setahun, antara 21-23 Maret dan 21-23 September. Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Jaraknya sekitar 3 km dari pusat kota Pontianak. Jam buka adalah 8 pagi - 5 sore dan juga masuk gratis.

2. Keraton Kadariah

Destinasi selanjutnya adalah Keraton Kadariah. Keraton ini dibangun dari tahun 1771 hingga 1778 oleh Syarif Abdurrahman Alkadri yang merupakan sultan dan pendiri pertama kota Pontianak. Keraton itu terbuat dari kayu pilihan. Di depan Keraton, pengunjung bisa melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis.


Warna interior Keraton Kadariah didominasi warna kuning. Keraton ini memiliki koleksi benda-benda bersejarah seperti singgasana, berbagai perhiasan yang digunakan secara turun-temurun, artefak kuno, barang pecah belah, foto Sultan dan keluarganya serta silsilah keluarga kerajaan. Beberapa kamar pribadi milik keluarga kesultanan juga dibuka untuk umum. Keraton Kadariah terletak di Jalan Tanjung Raya, Pontianak Timur. Jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota Pontianak. Jam buka 10 pagi - 6 sore dan masuk gratis.

3. Rumah Betang

Rumah Betang, atau disebut juga Rumah Panjang, adalah rumah adat suku Dayak. Meski hanya replika, namun bentuk dan isinya menyerupai aslinya. Rumah tersebut terbuat dari bahan kayu besi yang tahan rayap dan tahan hingga ratusan tahun. Beberapa keluarga tinggal bersama di Rumah Betang.


Rumah Betang dibangun tinggi dari permukaan tanah untuk menghindari binatang buas, dan banjir. Rumah itu memanjang dan dilengkapi tangga serta pintu masuk. Pengunjung bisa melihat lukisan Dayak hampir di setiap bagian tembok yang menggambarkan budaya Dayak. Rumah Betang terletak di Let. Jend. Jalan Sutoyo, pusat kota Pontianak. Jam buka adalah 9 pagi - 5 sore dan haraga tiket gratis.

4. Tugu Bambu Runcing

Objek wisata Pontianak, Tugu Bambu Runcing didirikan sebagai peringatan perjuangan sebelas pahlawan Kalimantan Barat yang diasingkan ke Papua Barat oleh penjajah Belanda, karena khawatir gerakan mereka akan memicu pemberontakan di Kalimantan. Tugu tersebut terdiri dari 11 bambu dengan ukuran berbeda, mencirikan 11 tokoh pahlawan dari berbagai daerah. Bambu runcing itu diambil sebagai simbol perjuangan bangsa Indonesia.


Tugu Bambu Runcing diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Soedjiman, pada tanggal 10 November 1987. Tuguini mengalami dua kali renovasi, yaitu pada tahun 1995 dan 2006. Pada tahun 2013, Pemerintah Kota Pontianak mempercantik area tugu dengan membangun air mancur yang bisa menampilkan berbagai macam bentuk tarian. Selain itu, taman mawar dibangun di sekitar area tersebut. TuguBambu Runcing terletak di Jend. Jalan Achmad Yani, Pontianak Tenggara. Buka 24 jam dan gratis.

5. Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang memiliki panorama laut biru yang indah. Pantainya yang luas membuat kawasan ini nyaman untuk berjemur atau melakukan aktivitas olahraga seperti voli pantai dan sepak bola pantai. Air di pantai ini sangat jernih sehingga sangat cocok untuk snorkeling atau diving. Pengunjung juga bisa berselancar, karena ombaknya relatif besar.


Selain itu, pengunjung dapat mengamati kehidupan masyarakat desa nelayan di sekitarnya. Pantai Pasir Panjang telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti tempat parkir, kamar kecil, hotel, cottage, restoran, dan toko souvenir. Pantai Pasir Panjang terletak di Kota Singkawang. Jaraknya sekitar 142 km dari pusat kota Pontianak atau 2,5 jam perjalanan. Harga tiket masuknya Rp 10.000. Jam buka adalah 7 pagi - 6 sore.

6. Air Terjun Tikalong

Air terjun Tikalong memiliki ketinggian kurang lebih 5 meter yang tidak terlalu tinggi. Air terjun ini juga memiliki aliran yang stabil dan air yang jernih. Pengunjung menikmati air terjun dengan bermain air dan berfoto. Air Terjun Tikalong menjadi tempat wisata favorit karena lokasinya yang mudah dijangkau.


Selain itu, hutan di sekitar lokasi masih asri dan memberikan suasana yang sejuk. Air Terjun Tikalong terletak di Desa Tunang, Kabupaten Landak. Jaraknya sekitar 100 km dari pusat kota Pontianak atau 3,5 jam perjalanan. Harga tiket masuknya Rp 5.000. Jam buka adalah 8 pagi - 5 sore.

7. Pusat Aloe Vera

Kota Pontianak memiliki struktur tanah gambut yang cocok untuk tumbuh kembang lidah buaya. Oleh karena itu didirikanlah Aloe Vera Center pada tahun 2002. Tempat tersebut dibangun atas kerjasama pemerintah kota dengan Badan Litbang Kalbar, serta bantuan dari pemerintah pusat.


Aloe Vera Pontianak termasuk dalam jenis Aloe Vera Chinese. Jenis lidah buaya ini bisa dipanen selama 12 hingga 13 tahun. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, lidah buaya dikembangkan sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta makanan dan minuman kesehatan.


Di Center Aloe Vera ini pengunjung dapat mencicipi dan melihat bagaimana tanaman lidah buaya diolah menjadi tepung dan berbagai jenis makanan khas, seperti dodol, jelly, coklat, minuman sari lidah buaya dan teh. Aloe Vera Center terletak di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara. Jaraknya sekitar 8,5 km dari pusat kota Pontianak. Harga tiket masuk gratis dan jam operasionalnya adalah pukul 9 pagi - pukul 5 sore.

8. Museum Kalimantan Barat

Museum Kalimantan Barat diresmikan pada tanggal 2 April 1988 oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaan museum dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


Museum Kalimantan Barat menyimpan berbagai benda bersejarah dari beberapa peradaban suku di Kalimantan Barat, yaitu: Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Koleksi museum mulai dari artefak, benda kerajaan, seni dan budaya suku Dayak, keramik Cina, hingga replika perkawinan Dayak dan Melayu. Museum Kalimantan Barat terletak di Jend. Jalan Ahmad Yani, Pontianak Selatan. Harga tiket masuknya gratis dan buka dari pukul 08.00 pagi - pukul 14.00 siang. Museum tutup pada hari Senin.

9. Masjid Jami Pontianak

Masjid Jami Pontianak atau yang juga dikenal dengan Masjid Sultan Syarif Abdurrahman merupakan masjid tertua dan terbesar di kota Pontianak. Masjid ini dibangun pada tahun 1771. Dapat menampung sekitar 1.500 jemaah. Masjid Jami Pontianak ditopang pada enam tiang penyangga utama. Jarak lantai dengan plafon cukup tinggi, sehingga sirkulasi udaranya menjadi baik.


Kubah masjid ini terbuat dari sirap. Bentuk atapnya bertingkat, semakin ke atas semakin kecil. Masjid Jami Pontianak terletak di sebelah timur Sungai Kapuas, tepatnya di depan Keraton Kadariah. Letaknya di Desa Bugis Dalam, Pontianak Timur.

10. Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Candi Bodhisatva Karaniya Metta adalah candi tertua di kota Pontianak. Candi ini dibangun pada tahun 1829 dan direnovasi pada tahun 1906. Tiang dan rangka bangunannya terbuat dari kayu ulin dan dicat merah dan kuning emas. Dewa-dewa Khong Hu Chu tergambar dalam tiga pintu utama.


Ada patung dan lukisan di dinding dan altar yang menggambarkan filosofi hidup. Vihara Bodhisatva Karaniya Metta sering dikunjungi setiap tahun baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh. Pengunjung datang dari sekitar Pontianak dan luar daerah. Pura Bodhisatva Karaniya Metta terletak di Jalan Sultan Muhammad, Desa Darat Sekip, Kota Pontianak.


Ok guys… Sekarang Anda tahu beberapa tempat wisata tehits yang ada di Pontianak. Selamat berlibur.